Monday, February 10, 2014

INFO K2

Ragukan Komitmen Pemerintah
Tuntaskan Honorer K2


JAKARTA - Anggota Komisi II DPR Abdul Malik Haramain mengaku kecewa dengan kinerja pemerintah terkait nasib honorer kategori dua (K2). Dia menilai pemerintah tidak serius memperhatikan nasib honorer K2.

"Kami kecewa atas kinerja pemerintah. Rencana mengangkat K2 dengan mekanisme tes khusus sudah lama dipersiapkan dan diagendakan," kata Malik kepada JPNN, Minggu (9/2).


Menurutnya, pemerintah seharusnya sudah siap mengangkat para honorer K2 menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Namun, saat ini masih terjadi penundaan pengumuman kelulusan honorer K2. "Kami meragukan komitmen pemerintah untuk memperhatikan nasib teman-teman K2," ujarnya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu pun berharap agar pemerintah tidak mempolitisasi rencana pengangkatan honorer K2 untuk kepentingan politik Pemilihan Umum 2014.

Seperti diketahui, pengumuman kelulusan yang dinanti sekitar 600 ribu honorer K2 terus molor. Pengumuman kelulusan rencananya dilaksanakan pada hari Jumat (7/2) lalu ditunda dengan berbagai alasan.

Namun, akhirnya diputuskan bahwa pengumuman kelulusan honorer K2 dilakukan mulai Senin (10/2). Pengumuman kelulusan itu tidak hanya di instansi pusat tetapi juga di daerah.(gil/jpnn)


Pengumuman Honorer K2 Diulur,
Gerindra Curiga Ada Unsur Politis

JAKARTA -- Penundaan pengumuman kelulusan honorer kategori dua (K2) oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) mendatangkan kecurigaan.

Anggota Komisi II DPR Rindoko Dahono Wingid menyatakan, pengumuman kelulusan honorer K2 yang selalu diulur-ulur menimbulkan tanda tanya. Dia menyebut, ada unsur politis terkait penundaan itu yakni penyelenggaraan Pemilihan Legislatif yang jatuh tanggal 9 April mendatang.

"Pengumuman CPNS K2 diulur-ulur seperti mengarah pada 9 April, injury time agar condong ke partai tertentu," kata Rindoko kepada JPNN, Minggu (9/2).

Politisi Partai Gerindra ini menyatakan partai tertentu yang dimaksudnya adalah partai yang punya akse ke decision maker. "Bisa partai penguasa atau partai yang akses ke situ," ujar Rindoko.

Karena itu, Rindoko berharap Kemenpan segera mengumumkan kelulusan honorer K2. "Segera diumumkan jangan disandera untuk kepentingan politik," tandasnya.

Seperti diberitakan, pengumuman kelulusan yang dinanti sekitar 600 ribu honorer K2 terus molor. Pengumuman kelulusan rencananya dilaksanakan pada hari Jumat (7/2) lalu. Namun pengumuman itu ditunda dengan alasan data yang diserahkan Panselnas harus dikonversi satu per satu.

Akhirnya diputuskan, pengumuman kelulusan honorer K2 dilakukan mulai Senin (10/2). Pengumuman kelulusan itu tidak hanya di instansi pusat tetapi juga di daerah. (gil/jpnn)

No comments:

Post a Comment