SMS Berantai Penipuan Honorer K-2
Guru Dimobilisir di Sebuah Gedung
JAKARTA - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) terus mengingatkan masyarakat supaya tidak jadi korban penipuan. Para tenaga honorer kategori 2 (K-2) di seluruh Indonesia, dihimbau hati-hati menanggapi rumor penipuan kelulusan menjadi CPNS.
Kabag Komunikasi Publik Kemen PAN-RB Suwardi mengatakan, pihaknya baru saja menerima laporan dari guru honorer K-2 di SDN 12 Semper Barat, Jakarta. Sejumlah guru dari sekolah itu mengaku telah mendapatkan pesan singkat (SMS) berantai dan mengatasnamakan Kemen PAN-RB.
Isi SMS penipuan itu adalah, pada tanggal 19 Februari depan akan ada pengumuman honorer K-2 tahap kedua. Dan masih ada ada lima ribu formasi untuk profesi guru yang masih kosong dan akan diusahakan untuk guru-guru honorer di Jakarta. "SMS itu tidak benar. Tidak ada pengumuman tahap dua untuk pengangkatan CPNS dari tenaga honorer K-2," katanya. Selain itu pengumuman kelulusan honorer K-2 untuk wilayah DKI Jakarta sudah dikeluarkan beberapa hari lalu.
"Sekarang ini bayak penipuan. Hati-hati," tegas Suwardi. Dia menuturkan pengumuman kelulusan tenaga honorer K-2 menjadi CPNS hanya diumumkan sekali saja. Tidak ada pengumuman tahap kedua dan seterusnya. Ia mengatakan sejumlah guru honorer di Jakarta kemarin bahkan sudah dikumpulkan di Gedung Nyi Ageng Serang, Kuningan. Di gedung ini mereka diminta membaga fotocopy KTP dan SK pengangkatan.
"Tidak ada sistem pengumuman seperti itu. Apalagi dikumpulkan di gedung tertentu," jelasnya. Kemen PAN-RB hanya mengumumkan kelulusan tenaga honorer K-2 menjadi CPNS melalui website resmi mereka. Selain itu Kemen PAN-RB juga bekerjasama dengan JPNN.com dan Liputan6.com untuk memperluas pengumuman ini.
Suwardi mengatakan, penipuan tenaga honorer K-2 bisa beragam wujudkan. Mobilisir guru honorer seperti di Jakarta ini, hanya salah satu contohnya. (wan/jpnn)
No comments:
Post a Comment